Sampai sekarang,, kenapa sepertinya hanya aku yang merasa sakit,,
Kau tetap baik-baik saja disana?
Lalu kenapa rasanya aku merasa sakit?
Seberapa lama waktu yang telah terlewati?
Apa sudah sama dengan lamanya saat aku menunggu darimu?
Apa sudah sama sakitnya dengan apa yang kurasa terhadapmu?
Apa sudah setara dengan yang tak kunjung kudapat?
Sering kulirihkan suara nafasku hanya untuk mendengar suaramu diseberang sana
Sering kupelankan jalanku hanya untuk melihat siluetmu sejenak
Sering kutahan sakitnya hanya untuk bersabar menghadapimu
Apa kau juga seperti itu? Apa kau juga merasa akan hal-hal itu?
Itu hal yang sederhana, bukan?
Tersadari atau tidak jarak ini semakin lebar Tersadari atau tidak aku semakin tak dapat mendengar suaramu
Tersadari atau tidak aku semakin tak dapat merasakan sakit itu (lagi)
Rasa ini menjadi-jadi,,
Antara jadi dan tidak jadi
Terkadang itu nyata, tapi ternyata semu
Terkadang jadi saat hal yang orang lain sebut dengan “cemburu” itu muncul
Terkadang juga tak jadi ketika pikiran “apa yang ada didirimu yang membuatku tertarik?” itu muncul
Lagi dan lagi,, perasaan itu menjadi-jadi
Antara jadi dan tak jadi Semarang,
16 januari 2015
0 komentar:
Posting Komentar